Friday, June 3, 2011

Tips Merangsang Air Susu Saat Hamil

Pada masa kehamilan terkadang banyak ibu melupakan apa yang harus dia lakukan agar kondisi setelah melahirkan dapat berjalan mulus. Salah satu hal yang sering terlupakan di masa kehamilan adalah air susu. Banyak tips kehamilan yang tidak membahas hal ini.
Orang awam berpikir bahwa untuk menghasilkan air susu berkualitas semuanya dilakukan ketika bayi telah lahir. Padahal tidak, agar air susu banyak dan berkualitas usaha harus dilakukan sejak masa kehamilan. Tidak jarang, ketika baru melahirkan air susu tidak keluar, hal ini disebabkan oleh perawatan yang kurang selama masa kehamilan.
Berikut tips kehamilan agar air susu banyak yang dapat Anda lakukan:
  1. Perawatan Payudara. Perawatan payudara sangat penting dilakukan di masa kehamilan. Karena payudara adalah organ penghasil air susu ibu. Perawatan payudara berfungsi untuk merangsang kelenjer susu untuk memproduksi air susu nantinya agar air susu banyak. Jika Anda tidak melakukan perawatan terhadap payudara di masa kehamilan ini akan menimbulkan kasus air susu tidak keluar setelah Anda melahirkan. Pada usia kehamilan di bawah 3 bulan perawatan dapat dilakukan dengan memijat puting susu secara perlahan. Hal ini berfungsi untuk membuat puting susu menojol keluar. Pada usia kehamilan 4 sampai 9 bulan lakukanlah pijitan minimal 10 menit per hari dengan menggunakan minyak kelapa. Pijitan ini berfungsi untuk merangsang kelenjer susu agar berproduksi, selain itu untuk membersihkan kotoran yang mungkin ada di payudara dan puting susu Anda.
  2. Makanan. Konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi, selain berfungsi untuk perkembangan janin Anda. Makanan yang Anda makan juga berfungsi untuk perkembangan payudara Anda agar dapat bekerja dengan baik setelah Anda melahirkan nanti. Perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung protein. Selain itu jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran dan buah.
  3. Imbangi dengan susu. Minumlah susu yang diolah khusus untuk ibu hamil. Susu ibu hamil juga mengandung zat sangat penting untuk kerja payudara Anda. Sehingga setelah Anda melahirkan, air susu Anda dapat keluar dengan lancar dan banyak.

Manfaat Makanan Bermineral dalam Kehamilan

Beberapa zat mineral berikut sangat besar manfaatnya untuk menjaga agar kehamilan berjalan prima. 

Zat besi (Fe). Ibu hamil membutuhkan sekitar 25 mg zat besi setiap hari untuk membantu kelancaran angkutan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tetap merasa segar. Sebaliknya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia (kurang darah), sheingga calon ibu akan merasa lesu, lemah dan mudha lelah, serta seringmengantuk. Bahkan, jika terjadi anemia berat, dikhawatirkan pada saat persalinan terjadi perdarahan yang sulit dihentikan. 
Sumber zat besi: hati, telur, ikan, kerang, kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau tua, serta serea yang sudah difortikulasi (diperkuat) dengan zat besi. 

Kalsium (Ca). tidak hanya untuk pembentukan tulang dan gigi, mineral ini penting untuk memelihara kelncaran rangsang saraf dan otot. Kekurangan kalsium menyebabkan gigi atau tulang rapuh, serta kesemutan pada sebagian tubuh, atau bahkan kejang. Biasanya, selama hamil kita membutuhkan kalsium sebanyak 1000-1200 mg sehari. Kelebihannya akan dibuang dari tubuh melalui urin. 
Sumber kalsium: telur, susu, keju, kacang-kacangan, wortel, dan jeruk. 

Magnesium (Mg). mengurangi kemungkinan terjadinya preeklampsia dan intra uterine growth retardation (gangguan pertumbuhan janin). Bisa jadi, karena magnesium berperan penting dalam aktivitas berbagai enzim dalam tubuh kita, serta dapat mempengaruhi metabolisme protein dan karbohidrat. Dalam sehari kita membutuhkan sekitar 40 mg magnesium. 
Sumber magnesium: daging, susu, ikan, dan sayur berwarna hijau. 

Seng (Zn). Kekurangan mineral ini dapat menurunkan kekebalan tubuh. Akibatnya ibu hamil gampang tertular berbagai penyakit, terutama yang sangat membahayakan jiw aibu maupun janin, speerti HIV/AIDS. 

Sumber seng
: susu, daging, telur, seafood, dan kacang-kacangan. 


Sumber info : http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/mineral.mencegah.komplikasi.kehamilan/001/001/1727/1

Tips Mengatasi Morning Sickness ( Rasa Mual )

Apa itu Morning sickness ? Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa 3 bulan awal kehamilan (trimester pertama kehamilan).
Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum).
Ingat setiap wanita hamil spesial dengan karakteristik masing-masing, begitu juga anda!


Beberapa tips untuk membantu anda mengatasi “morning sickness” atau mual-muntah selama awal kehamilan: 
• Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.

• Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll

• Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.

• Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.

• Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.

• Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.

• Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil.  Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya.

• Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.

• Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-)

Ingat! Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga sehingga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).

Percayalah Morning sickness atau mual muntah pada kehamilan awal ini akan segera berlalu tanpa anda sadari dan ini akan menjadi salah satu pengalaman menarik selama kehamilan anda---bayangkan saja tentang si kecil yang akan segera hadir membawa sejuta kebahagian.

10 Perawatan yang Benar untuk Bayi Baru Lahir



Suasana rumah jadi hangat dengan tangis bayi baru lahir. Ketahui 10 cara perawatan yang benar agar bayi baru Anda  menjadi bayi paling bahagia sedunia!

1. Makan Lagi, Makan Lagi. Pada bulan-bulan pertama, lapar adalah penyebab utama bayi menangis. Karena itu,   menawari bayi makan adalah cara paling efektif untuk menyetop tangisnya,  meski  itu  berarti  Anda harus menyusui bayi sesering mungkin; pagi, siang, sore dan malam. Mengapa bayi makan lagi makan lagi? Ini karena,  rasa lapar adalah sensasi baru  baginya. Di rahim ibu  bayi  terbiasa  menerima asupan makanan terus-menerus dari plasenta, sehingga tidak pernah merasa lapar.

Ketika lahir ke dunia, sistem pencernaan bayi belum terbiasa untuk  mencerna makanan  dalam jumlah besar, kemudian “kosong” beberapa waktu.  Untuk membantu bayi beradaptasi dengan perbedaan ini, pada minggu-minggu pertama  Anda tidak perlu menjadual jam makan bayi. Berilah dia makan sesering mungkin.  Jadual makan bayi akan terbentuk  di usia kira-kira lima minggu.

2. Waktunya Buang Air! Pipis dan BAB  bayi  baru juga  belum kenal jadual. Tetapi  sering buang air adalah  hal yang baik, pertanda bayi cukup makan. Jangan   tunda mengganti popoknya, agar bayi tidak menangis karena basah dan tidak nyaman.  Amati juga air seni  dan fesesnya karena keduanya bisa menjadi alat ukur kondisi bayi, misalnya, air seni yang terlalu kuning  menandakan bayi kurang cairan. Feses bayi  yang  mendapat ASI  ekslusif lebih lunak dan tidak  terlalu berbau. Setelah bayi pipis atau BAB, segera bersihkan alat kelaminnya. Bubuhi bokong dan selangkangannya dengan krim untuk menghindari ruam popok.


3. Baby Dress Code. Apa iya, bayi baru lahir harus dibedong sepanjang hari? Apa betul bajunya harus berlapis-lapis dan selalu pakai selimut? Ayahbunda,  iklim tropis di negara kita sebenarnya tidak cocok dengan pakaian bayi gaya dibuntel-buntel.  Saat udara panas dan    bayi berada di ruangan non-AC,  coba cek belakang leher bayi, jika terasa panas dan lembab,  berarti dia  kegerahan. Jika demikian, singkirkan alas tidurnya dan ganti bajunya dengan yang  lebih ringan. Pastikan  pakaian bayi terbuat dari bahan alami, seperti katun 100%,   yang      menyerap keringat, mudah dicuci dan disetrika. Panduan berbusana  untuk bepergian lain lagi. Kenakan mantel atau cardigan,  kaos kaki, sepatu dan topi pada bayi untuk mencegah dia  masuk angin.

4. Kosmetika Bayi. Kosmetika bayi banyak macamnya, ada baby bath,  baby shampoo, baby oil,  baby lotion, baby powder, baby cream,  baby cologne dan hair lotion. Sebenarnya tidak semuanya dibutuhkan  oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam memilih.  Apa pun  mereknya, gunakan produk yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP). Jika bayi bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan ia alergi pada kandungan kosmetika tersebut.  Hentikan pemakaian.

Beralihlah pada kosmetika bayi yang  bebas bahan kimia (green product). Masih berhubungan dengan meminimalkan persentuhan bayi dengan bahan kimia, hindari juga menggunakan  produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi.


5. Kegiatan yang Dibenci Bayi. Kebanyakan bayi tidak suka acara lepas-pakai baju,  mandi,  keramas, diberi obat tetes mata  dan  tetes hidung hidung. Bisa-bisa dia mengamuk! Solusinya, lakukan kegiatan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi  dengan mengajaknya bercakap-cakap,   memberi pelukan dan ciuman.

6. Lingkungan yang Nyaman. Penting menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bayi.  Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik,  terlalu dingin (kurang dari 20 derajat Celcius) atau terlalu panas (lebih dari  31 derajat Celcius).   Bayi juga bisa rewel karena silau, karena  itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya. Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.  Tidak dianjurkan  menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya bisa menempel di barang-barang bayi. Gunakan saja kain kelambu.

7. Mainan Bayi. Fungsi mainan  bukan cuma menghibur tetapi juga mengenalkan bayi  pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih terfokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah. Mainan bergerak dan berbunyi (musical mobile) yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.  Beruang Teddy  yang lembut menyenangkan bayi saat  ia merabanya.  Rattle, mainan genggam yang berbunyi jika     digoyang, juga  menghibur dan melatih indra bayi. Tetapi tidak selalu harus mainan mahal, lho.  Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin,bayangan  di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan ayah dan ibunya.

8. Ritual Tidur. Total waktu tidur bayi baru adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diseling beberapa kali bangun. Setelah usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari  dan terbangun 2 - 3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas. Tahapannya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah ditetesi baby bath, pijat bayi dengan baby oil atau lotion, setelah itu ciptakan suasana tenang di kamar tidurnya. Anda bisa membacakan dongeng, menyanyikan lagu nina bobok atau membubuhi bayi dengan baby powder. Gunakan produk bayi yang    harumnya menenangkan, namun aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

9. Kenali Penyakit Bayi Baru Lahir.
 Kolik, ruam popok,  hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru.   Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Cepat cari tahu dan  atasi. Jika Si Kecil ruam popok, buka  popoknya bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok -  diangin-angin – sementara waktu. Hidung mampet,  infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat diantisipasi dengan  resep obat dari dokter. Sedangkan kolik  yang umumnya tidak dapat disembuhkan,  bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun,  disusui, atau diusap-usap perutnya.

10. Orang-orang di Sekitar Bayi. Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya.  Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda,  jika sedikit-sedikit pakaiannya diganti, sedikit-sedikit  diberi makan, atau jika Ayah dan Bunda bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga. Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap”  suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya.  Ketika     mood ibu jelek akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan  dia pun ikut-ikutan rewel.     Jadi,  jagalah suasana hati Anda  di dekat bayi.  Kalau perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah. 

Thursday, June 2, 2011

Khasiat Asi

Riset menyatakan bahwa bayi-bayi yang mendapat kan Air Susu Ibu (ASI) lebih dari enam bulan pertama relative akan lebih sehat secara mental. Ketika dewasa kelak, mereka beresiko lebih kecil untuk mengalami problem kejiwaan.

Para peneliti percaya bahwa kandungan nutrisi yang terdapat pada ASI serta ikatan yang terjalin antara ibu dan anak saat prses menyusui dapat memberikan efek jangka panjang yang luar biasa pada perkembangan otak bayi.

Temuan yang dipublikasikan dalam The Journal of Pediatrics ini merupakan hasil analisis rekam medik lebih dari 2.000 anak di Australia Barat. Professor Wendy Oddy, sebagai pemimpin riset tersebut menyatakan , “Menyusui tampaknya member manfaat yang signifikan pada kesehatan jiwa bayi hingga mereka dewasa”.

Bayi-bayi yang dilibatkan dalam penelitian ini, hampir separuhnya mendapatkan ASI selama enam bulan atau lebih. Hanya 38 persen saja yang mendapat ASI kurang dari enam bulan dan sisanya tidak memperoleh ASI sama sekali. Seiring bertambahnya usia para bayi, para ahli kemudian memeriksa kesehatan jiwa mereka saat berusia empat, lima, delapan, sepuluh dan empat belas tahun.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan , untuk setiap penambahan angka (bulan) proses masa menyusui, indicator menunjukkan perilaku semakin membaik, kata peneliti dari Telethon Institute for Child Health Research di Perth. Angka-angka tersebut juga tetap valid walaupun setelah memperhitungkan faktor sosial, ekonomi serta pengaruh orang tua.

UNICEF dan WHO pun telah menganjurkan para ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama enam bulan pertama setelah  melahirkan. Kegiatan  menyusui pun bisa diperpanjang hingga tahun kedua untuk mendukung kesehatan pencernaan serta kekebalan tubuh bayi. Selain mudah, murah, manfaatnya pun berlipat ganda. (kom)
Sumber : http://www.bkkbn.go.id/Webs/index.php/rubrik/detail/636

Tuesday, May 31, 2011

Tanda Awal Kehamilan

Masyarakat awam biasa menghitung usia kehamilan dengan bilangan bulan. Namun ada juga di antara mereka yang sudah mulai menghitungnya dengan bilangan minggu.Pertanyaannya, manakah yang lebih dibenarkan oleh kalangan medis?
    “Ilmu kedokteran menetapkan agar kaum wanita menghitung usia kehamilannya dengan bilangan minggu. Karena dengan menggunakan bilangan minggu, pengawasan akan lebih mudah dilakukan, khususnya pada kasus yang mempunyai risiko dapat dilakukan lebih teliti,” kata Dr. Laila Nuranna dari Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dalam sebuah seminar baru-baru ini.
    Ia juga menjelaskan, lamanya kehamilan pada seorang wanita normal sebaiknya dihitung dari mulai ovulasi sampai persalinan yang cukup bulan, kira-kira 280 hari atau 40 minggu. Lalu apakah tanda dan gejala kehamilan itu dapat dirasakan oleh setiap calon ibu? Nuranna menegaskan : “Bisa dirasakan.”
    Ada 12 tanda yang bisa dirasakan.Kedua belas tanda yang bisa dirasakan itu adalah : Pertama, terlambat mendapatkan haid. Bagi wanita, mengetahui dan mengingat hari pertama haid terakhir, khususnya untuk mengetahui  tuanya usia kehamilan, di samping untuk memperkirakan tanggal persalinan, amatlah penting.
    Kedua, mual dan muntah-muntah. Gejala mual dan muntah-muntah ini sering terjadi pada pagi hari. Oleh karena itu gejala tersebut populer disebut  ‘morning sickness’. Bila keluhan seperti ini berlebihan dirasakan sehingga menyebabkan tidak bisa minum dan makan, maka diperlukan perawatan seorang dokter ahli.
    Ketiga, pingsan. Sering terjadi bila wanita hamil berada di suatu tempat yang ramai atau berhawa panas. Keempat, mengidam yang artinya menginginkan sesuatu berupa makanan atau minuman tertentu yang harus dipenuhi oleh suami sendiri dan tidak bisa dilakukan orang lain. Keluhan seperti ini sering terjadi pada awal kehamilan.
    Kelima, payudara membesar. Pembesaran payudara ini biasanya akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron. Keenam, tidak nafsu makan. Umumnya keadaan ini terjadi pada awal kehamilan. Pada masa-masa berikutnya nafsu makan timbul lagi, bahkan cenderung berlebihan. Namun dianjurkan keadaan  ini harus cepat-cepat diatasi dan dicegah terjadinya.
    Ketujuh, sering buang air kecil (kencing). Tanda ini terjadi pada awal dan akhir kehamilan. Kedelapan, obstipasi (sukar buang air besar). Keadaan ini terjadi akibat menurunnya tonus otot di bawah pengaruh hormon progesteron. Kesembilan, pigmentasi kulit, yaitu timbulnya kulit yang berwarna lebih gelap di pipi, hidung, aerola mamae dan kulit daerah perut.
    Kesepuluh varises, yaitu pelebaran pembuluh darah vena terutama pada akhir kehamilan atau dapat merupakan gejala sisa dari kehamilan terdahulu. Pelebaran pembuluh darah vena dapat terjadi di daerah genetalia eksterna, belakang lutut, kaki, betis dan anus.
    Kesebelas, tanda-tanda klinis yang dapat terjadi, yaitu tanda hegar (mulut rahim lebih lunak), tanda chadwick (mulut rahim berwarna kebiruan), tanda piscaeseck (rahim membesar asimetri), tanda braxtonchicks (rahim mudah kontraksi bila dirangsang. Suhu basal tetap tinggi (37,2 hingga 37,8 derajat Celcius).  Kedua belas, HCG positif. Umumnya dapat diperiksa kadar HCG dalam darah. Pemeriksaan ini memang khas dan dapat membantu diagnosis kehamilan sedini mungkin.  Namun harus diingat, tidak selamanya HCG urin atau darah positif menunjukkan wanita yang bersangkutan pasti hamil.
    Tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas, menurut laila Nuranna, adalah gejala hamil yang timbul dan bersifat tidak pasti. Untuk memastikan kehamilan maka harus diperoleh tanda-tanda lainnya, seperti :
    Satu, dapat diraba bagian-bagian janin dan dirasakan gerak janin tersebut. Pada wanita yang baru mengalami pertama kali hamil akan terasakan sekali gerakan di dalam perut pada usia kehamilan 4,5 bulan atau atau 18 minggu, sedangkan pada wanita yang sudah pernah melahirkan akan terasakan gerak  janin pada kehamilan empat bulan atau hamil 16 minggu.
    Dua, bunyi jantung janin. Dengan alat doppler akan terdengar bunyi  jantung janin pada usia kehamilan 12 minggu. Sedangkan dengan stetoskop laenec (alat untuk mendengarkan bunyi jantung janin dari kayu atau logam), bunyi jantung janin baru terdengar pada usia kehamilan 20 minggu.
    Tiga, dengan sinar rontgen tampak kerangka janin pada usia 15 minggu. Tentu saja pemeriksaan dengan sinar rontgen ini tidak dianjurkan bila hanya bertujuan untuk mengetahui kehamilan, karena sinar rontgen khususnya pada kehamilan muda tidak aman. Empat, dengan ultrasonografi (scenning). Dengan alat ini akan dapat diketahui kantong janin, panjang janin dari sejak awal kehamilan. Penggunaan alat ini dinilai aman sekalipun pada kehamilan trisemester pertama.
    Bagi wanita yang tengah hamil, Nuranna menganjurkan agar cepat-cepat berkonsultasi dengan dokter atau bidan jika tanda-tanda atau gejala-gejala kehamilan itu sudah terasakan. “Mulailah hidup dengan penuh perhitungan, jangan lupa mengikuti kaidah-kaidah hidup sehat.  Karena  Anda harus ingat bahwa Anda sudah mempunyai beban yang harus dihidupi di dalam tubuh Anda,” katanya.(din/ed).