Sunday, December 6, 2009

SUSAHNYA JADI PEREMPUAN



Belum lama ini, sahabat saya mengalami masalah dalam rumah tangga. Saya sih percaya, setiap rumah tangga pasti ada masalahnya, atau paling tidak, pernah bermasalah dalam rumah tangganya. Saya juga tidak luput dari masalah tersebut. Berat, iya, bikin stress, iya, bikin berat badan turun ? rasanya bab yang satu ini tidak berlaku dalam hidup saya.


Berhubung saya ini sekarang shoulder to cry on dari banyak sahabat sahabat saya, jadi saya banyak tahu masalah masalah mereka. Rumah tangga modern, permasalahannya tidak jauh dari perselingkuhan dan finansial. Yang saya lihat nih, biasanya ke dua hal ini bisa jadi sangat berkaitan. Saya tidak akan menyalahkan atau berpihak pada satu pihak, Saya selalu percaya, di setiap kegagalan pasti ke dua belah pihak ada kontribusinya, kecuali memang ada yang benar benar gila secara klinis di antara mereka.


Saya, seperti juga sahabat saya selama 20 tahun terakhir ini, adalah anak anak 90an yang dibesarkan dari lahir sampai besar dalam keadaan senang, tanpa kekurangan apapun. Tuhan memang baik sama saya, begitu juga dengan sahabat saya yang anak seorang perwira tinggi.


Pada masa keemasan ekonomi indonesia awal 90an, kami selalu mendapatkan apa yang kami mau. Kami juga melihat role model rumah tangga yang hampir sama pada masa itu. Ayah bekerja keras mencari nafkah untuk sebuah kehidupan yang mapan, ibu sebagai full time mom yang tidak pernah pusing memikirkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Ayah saya selalu bertanggung jawab memenuhi kebutuhan rumah tangga dan selalu menyenangkan hati ibu saya.


Rumah tangga jaman dulu, memang juga tidak luput dari masalah, ada juga kok cerita perselingkuhan, baik perselingkuhan seks maupun perselingkuhan finansial, namun cerita zaman orang tua saya, rasanya sangat berbeda dan tidak sekompleks cerita saya dan teman teman saya sekarang.


Kalau dulu kalau selingkuh sembunyi sembunyi, cerita perselingkuhan ditutupi. Kalau sekarang malah terbalik, selingkuh cuek aja, punya hubungan dengan lakor ( laki orang ) malah bangga. Alasan perbaikan ekonomi memang alasan yang tepat untuk seorang selingkuhan yang ngembat laki orang, tapi itu dulu, sekarang ada alasan yang lebih canggih. Seorang perempuan selingkuhan yang sempat saya tanya, kenapa dia bertahan jadi selingkuhan, alasannya…. Ngapain nikah sama laki orang, kalau jadi selingkuhan saja bisa eksis. Gubrakkkkk… saya langsung nyaris pingsan. Apa sih maksudnya jadi selingkuhan yang eksis ? apa zaman edan seperti sekarang jadi selingkuhan yang eksis ? bukan istri sah ? Atau jangan jangan memang lebih enak jadi selingkuhan ? tidak aja tanggung jawab moral, tidak ada kewajiban domestik mengurus rumah tangga ? tidak ada kewajiban menjadi menjadi ibu yang melahirkan, merawat dan membesarkan, menjadi pembantu, masakin masakan buat anak dan suami, bersih bersih rumah ? , menjadi pelacur di ranjang tiap malam buat suami ? Gawdddd, jangan jangan karena ini, banyak perempuan muda yang lebih senang jadi selingkuhan pria beristri yang lebih mapan finansial, lebih ahli di ranjang dan lebih royal ? Pantas saja, anak muda zaman sekarang banyak sekali yang enggan menikah, kalau gaya hidup begitu bebas tanpa ikatan dan tanpa tanggung jawab.


Seorang sahabat bercerita, teman sekantornya yang berselingkuh dengan bosnya yang tajir melintir keplintir, cerita, bahwa dia berselingkuh hanya untuk bersenang senang, makan siang di tempat mewah, ngopi, jadi Miss Jinjing shopping sana dan sini, dan untuk SEX HEBAT. Perempuan cantik itu sama sekali tidak berniat menghancurkan perkawinannya dan perkawinan sang bos dengan istrinya yang sosialista alias gak minta dikawinin.

Saya selalu bilang sama sahabat sahabat saya, sebagai perempuan di zaman yang sudah gila seperti sekarang, kita tidak bisa dan jangan berharap memiliki role model perkawinan seperti zaman orang tua kita dulu.

Zaman sudah begitu berubah nya, hidup berumah tangga secara finansial, sekarang jauh lebih berat dari dulu. Rasanya sudah tidak mungkin lagi ditopang sendiri, suami dan istri harus bekerja keras bersama sama membangun dan bekerja keras memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tapi saya benar benar tidak suka sama laki laki yang jadi pemalas atau belagak bego atau tidak peduli sama kebutuhan rumah tangga, jika tahu istrinya bisa cari uang. Karena ada kecenderungan juga sama laki laki sekarang, kalau cari istri , maunya yang kerja, kalau perlu kaya dan jago cari duit, makanya gak usah heran, kalau janda lebih laku dari perawan ting ting, apalagi kalau janda kaya.

Di zaman modern ini, harus kayak kucing, harus punya tujuh nyawa dan delapan jantung sekuat baja, menghadapi cobaan, godaan dari tanaman liar, benalu dan ayam kampung yang berpotensi merusak rumah tangga orang. Saya berterima kasih sama ayah saya, yang sejak saya kecil, sudah mempersiapkan diri saya, agar menjadi perempuan yang tangguh, yang kuat dan yang cerdas.

Ayah saya, 30 tahun yang lalu sudah bilang, dia mempersiapkan saya dengan bekal pendidikan yang cukup, bekal moral dan pendidikan agama yang baik, jadi jika suatu saat nasib saya tidak baik, saya tetap bisa berdiri di atas kaki sendiri, bermartabat dan tidak diinjek injek oleh laki laki.

Saat hendak menikah, ayah saya selalu bilang, agar saya tetap punya pendapatan sendiri, walau itu sedikit atau banyak, supaya saya tetap bisa memiliki rasa kemandirian, dan tidak bergantung hidup sepenuhnya pada suami. Kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi di masa yang akan datang. Makanya, sejak saya menikah, saya selalu punya pendapatan sendiri, kecil memang, dari jual baju, sepatu bahkan jual sayur atau main saham. Jadi kalau saya mau bela beli, suami jadi gak bisa marah, paling paling pasang muka bete aja dia...

Teman...

Hidup ini sudah sulit...

Jadi jangan dibikin makin sulit ya, jangan main api, nanti terbakar, pemadam kebakaran di Indonesia kan seperti biasanya selalu telat.

Thursday, December 3, 2009

PICS JADUL MAMAKU


Napitupulu's Family, Angelina Napitupulu ( my beloved mom ), Meidelina Napitupulu, Tidar Napitupulu, Opung doliku ( alm ), Tulang Agus Maulana, Opung Boru ku ( almarhumah ), Opung Solo Napitupulu ( almarhum ), Tulang Binsar Napitupulu, Tulang Agam Napitupulu.


Napitupulu's sekeluarga... Ngertikan sekarang , kenapa aku doyan berat, coffee time, it's just in my DNA.


Sahat, Agam Napitupulu, Meidelina Napitupulu, Angelina Napitupulu


Opung doli dan Opung boruku, Angelina Napitupulu, Agam Napitupulu ( digendong ) dan Meidelina Napitupulu. Liat dong... mamaku gaya nian, pakai oversized bow... no wonder kan anaknya gue juga super genit...


Angelina Napitupulu, Agam Napitupulu, Meidelina Napitupulu

Lokasi , Magelang, Awal 50 an
Pics, Courtesy of Agam Napitulu

Wednesday, December 2, 2009

WEDGES 2010











Salah satu jenis sepatu kesayangan saya adalah wedges, baik yang medium sole atau yang high sole. Wedges punya efek melangsingkan kaki dan enak dipakai, biar tinggi namun karena solenya flat jadi tidak melelahkan. Setelah dua tahun tidak terlihat di run way, akhirnya untuk 2010, wedges akan jadi trend lagi. Love that so much, especially Chloe and Jimmy Choo's Wedges. Cantik, feminin namun kesannya tetap casual, sesual dengan kepribadian saya.

Sambil ngayal-ngayal babu, kapan ya saya diendorse jadi muse nya Jimmy Choo ??? Ngayal kan gak apa ya? Enak dan gratis lagi, hehehe


xxx

Amelia Masniari

PICS DARI YANTI CHRISTIAN, SHOPPING TRIP WITH BCA AND MISS JINJING, HKG-GZ 2009



Breakfast di Riverside Hotel, Guangzhou , Jessica Chandra, Tante Vero Chandra, Yanti Christian , Hanny dan Miss Jinjing



Luxurious High Tea di Peninsula Hotel



Nice Pic with Yanti in Heritage



Di Walk of Fame sama Yanti, Are we famous, Darling??



The Miss Jinjings and their Syeikh



Sama tante tante ku



Tante Ela si hantu kasut



Gak kesampaian jadi Miss Senayan City, akhirnya jadi Miss Pacific Place Hongkong.



Devil wears Prada



View from Rice and Pepper Restaurant.

Girls... enjoy our next trip.... Europe ^&%#$&#!*(@#

Yanti sayang, thank you for sharing the pics. Love you

Monday, November 30, 2009

NEW ART OF TRAVELLING



Ikut tour ke luar negeri, berangkat serombongan yang masing masing pesertanya tidak saling kenal, bangun pagi pagi, wake up call yang terlalu pagi, berangkat dengan bus dari satu obyek pariwisata ke obyek pariwisata lainnya, makan siang yang sangat standard, setelah makan siang langsung jalan lagi, menyusuri obyek pariwisata yang sesuai text book, makan malam, langsung tidur, dan besok pagi bangun, buru buru check out untuk ke kota lainnya... wah... ini mah sepertinya ketinggalan jaman.

Yang akan menjadi trend nih, adalah travelling yang stylish, di mana semua pesertanya menikmati setiap moment, setiap menit adalah memori yang berharga, bukannya terburu buru dikejar waktu. New art of travelling adalah cara terbaru menikmati liburan sebagai bagian dari menikmati hidup. Gabungan dari penerbangan yang nyaman, bukan penerbangan yang makan mie instant dan selimut harus bayar USD 40, Tour Leader yang friendly, bukan yang galak atau sibuk jualan ke peserta, acara yang dikemas untuk dinikmati, Hotel yang nyaman dan aman terutama untuk single traveller, bukan kejar setoran harus lihat beberapa objek wisata sekaligus dalam sehari sampai terengah engah, makan siang yang bisa dinikmati perut Indonesia dan pastinya harus enak, high tea atau coffee time yang stylish, makan malam yang menghibur dan harus enak tentunya, tourist spot yang harus camera friendly dan last but not least, shopping spree time yang asik dan menggoda.

Berdasarkan pengalaman travelling, nyaris semua orang Indonesia kalau lagi travelling, banci photo alias gak bisa lihat spot bagus nganggur, langsung photo, kalau perlu langsung up load ke face book masing masing, dan last not least, semuanya doyan belanja... ( no wonder kan, buku Miss Jinjing laris manis ).

Karena itu semua, makanya disetiap acara travelling Miss Jinjing, baik dalam maupun luar negeri, acaranya harus gabungan dari penerbangan atau apapun moda transportasi yang amat sangat nyaman, lokasi yang unik, dan perfect untuk photo, makan yang enak, coffee time atau tea time yang stylish ( sekalipun di gunung ) , makan siang atau makan malam yang enak dan menghibur, dan last but not least, retail theraphy...

Jangan lewatkan acara dengan Miss Jinjing selanjutnya ya...

Paris-Zurich-Milan ( Maret 2010)
Los Angeles-New York ( Agustus 2010)
Shanghai-Hongkong ( September2010 )

xxx

Miss Jinjing

Sunday, November 29, 2009

MISS JINJING'S GENK



Satu orang miss jinjing masuk ke butik, sales attendantnya tersenyum.
Dua orang miss jinjing masuk ke butik, sales attendantnya mulai sibuk.
Tiga orang miss jinjing masuk ke butik, sales attendantnya mulai panik.
Lima belas orang miss jinjing masuk ke butik, sales attendantnya pasti dapat bonus, karena angka penjualannya dipastikan naik drastis.

Heboh, berisik dan buas hanya dua kata kata yang dapat menggambarkan suasana Shopping Trip Miss Jinjing dan BCA Hongkong dan Guangzhou 22-26 Nov 2009.

Bisakah anda bayangkan, jika lima belas perempuan cantik, miss jinjing menyerbu Hongkong dan Guangzhou? Bisa dipastikan, pemilik butik, pemilik cafe, penyelenggara kartu kredit tersenyum super lebar...



Tahukah anda siapa ketua regu merangkap kompor gasnya???

The Real Miss Jinjing.... :)

Saturday, November 28, 2009

COVER MISS JINJING PANTANG MATI GAYA


This is a cover of

Miss Jinjing Pantang Mati Gaya
Maroon
Embos Emas
Designed by Mas Tunggal, Republika Illustrator
Coming Soon, Januari 2010

You will love it anyway

xxx

Miss Jinjing