Thursday, September 9, 2010
IDUL FITRI
mengucapkan
Selamat hari raya idul fitri
Mohon maaf lahir dan bathin
All best wishes for you all...
Best Wishes
Best Regards
Amelia Masniari
Sunday, March 28, 2010
A LIL ME PICS, KEBON RAYA BOGOR 1984
Piknik ini di kebun raya bogor 1984. 26 tahun yang lalu.... walah, berarti gue udah tua banget ya... Dulu tulang Agam, paling rajin ngajakin kita piknik. Sekarang, ngumpul di satu event saja, rasanya sulit sekali, dengan berbagai macam alasan... Mungkin, kalau aku gak punya tulang, kayak tulang Agam, aku gak akan pernah piknik ke banyak tempat, habis papa ku sibuk operasi terus... sampai detik ini...... seballlllll....
Tulang Agam... I love you, so muchhhhh....

Lucy Tiurma Simanjuntak, Michiko Simanjuntak, Anggi Naulita, Aku, dan Arlan
Lihat deh... bok... dari kecil aku dah punya naluri Miss Jinjing.... kecil gitu aja, 12 tahun, dah jinjing tas segede itu.... Satu lagi yang aku " notice ", dari dulu aku udah suka sepatu yang gaya... love my shoes... Tepatnya, dari kecil sudah Hantu Kasuutttt.... inget banget sama sepatu itu....

Anggi Naulita, aku, arlan, Michiko Simanjuntak dan Mamaku, Angelina Napitupulu. Mamaku cantik dan langsing ya... tidak seperti aku sekarang....

Masih seperti ini gak ya, kebun raya bogor sekarang????? Jadi pengen ke sana lagi deh, bawa Alless, Carlo dan Matteo....

Enak bener ya, santai santai dipinggir kolam... Aku gendong Lucy, Tulang Agam gendong Anggi.

What a beautiful pics...
I miss my sisters, my family...
love you all
Amelia Masniari

Aku dan Tulang Agam dan Tante Hani sekarang.... You are both amazing... i love you....
Wednesday, March 10, 2010
TURUT BERDUKA CITA
Turut berduka cita atas meninggalnya salah satu orang baik dan pengusaha terbesar dan jadi inspirasi banyak orang, Bapak Sutjipto Sosrodjojo, Founder of Teh Sosro. Semoga arwahnya tenang di sisi Tuhan YME.
Saya bangga jadi bagian kecil dari teh celup sosro, salah satu karya bapak Sutjipto Sosrodjojo.
Best Regards
Amelia Masniari
Monday, February 8, 2010
FAMILY AND FRIENDS SUPPORT




Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada didukung keluarga dan teman teman. Begitu juga dengan saya. Saya bahagia sekali, semua sahabat sahabat dan keluarga saya datang ke acara launching buku MISS JINJING PANTANG MATI GAYA di Gramedia Grand Indonesia, 6 Februari 2010. Dukungan mereka, kedatangan mereka memberikan saya energi yang luar biasa untuk terus berkarya.
Tiga dari enam sahabat saya yang saya sebut di Thank You note, datang untuk mendukung saya. First of all, My Almighty Christ, Omar Sjahnan, dan Vera. Wah melihat mereka datang, saya langsung tenang deh.
Juga waktu keluarga saya datang, tulang Agam, tante Hani, Arlan, Anggi, Dippo, Bianca, Ardo, Om Ujang, Sota.... wahhhh... senangnya....
Bianca yang lucu, keponakan saya yang umurnya baru setahun, juga sepertinya interest mau jadi penulis seperti Auntie MJ... waktu Auntie nya mau tanda tangan, Bianca juga sibuk mau tanda tangan... Miss Jinjing wanna be sepertinya, suatu hari... Kapan kapan Bianca auntie MJ "culik" ya.... Auntie bawa shopping spree... mama Anggi tinggalin di rumah aja... hehehee.....
Terima Kasih ya semuanya...
I love you all
Amelia Masniari
Monday, January 25, 2010
FAMILY SUPPORT

ki-ka : tante keke, tante nina, aku dan tante nenny

Nanci Novita ( anaknya tante nina ), aku, tante nina, dan tante keke.
Senangnya jika berkarya didukung keluarga. Saya juga begitu. Keluarga saya juga selalu mendukung saya dalam doa dan support di setiap kegiatan saya... Terutama tante tante saya, adik dari papa saya...
Papa saya punya tiga adik perempuan, tante tante saya mama cok, tante nina dan tante keke, yang sangat sayang dan mendukung apapun yang saya lakukan, asal positif. Jangankan acara di Jakarta, acara di luar kota ataupun luar negeri sekalipun, mereka selalu bersedia menemani dan mendukung saya... Seperti beberapa hari yang lalu, saat saya diundang jadi host acara high tea bersama Folli Follie... Btw.... Mereka ini juga miss jinjing loh heheee.... parahan mereka lah daripada saya... there just in our DNA hehheee....
I love them so much...
pesan untuk Mama Cok.... Jangan kerja teyus yaaaa......
I love you all
Amelia Masniari
Thursday, December 3, 2009
PICS JADUL MAMAKU

Napitupulu's Family, Angelina Napitupulu ( my beloved mom ), Meidelina Napitupulu, Tidar Napitupulu, Opung doliku ( alm ), Tulang Agus Maulana, Opung Boru ku ( almarhumah ), Opung Solo Napitupulu ( almarhum ), Tulang Binsar Napitupulu, Tulang Agam Napitupulu.

Napitupulu's sekeluarga... Ngertikan sekarang , kenapa aku doyan berat, coffee time, it's just in my DNA.

Sahat, Agam Napitupulu, Meidelina Napitupulu, Angelina Napitupulu

Opung doli dan Opung boruku, Angelina Napitupulu, Agam Napitupulu ( digendong ) dan Meidelina Napitupulu. Liat dong... mamaku gaya nian, pakai oversized bow... no wonder kan anaknya gue juga super genit...

Angelina Napitupulu, Agam Napitupulu, Meidelina Napitupulu
Lokasi , Magelang, Awal 50 an
Pics, Courtesy of Agam Napitulu
Friday, September 25, 2009
MAKIN BERUMUR, MAKIN CANTIK, MAKIN GAYA, SEMAKIN BERSINAR
Saya selalu salut dengan perempuan yang semakin berumur, semakin cantik, semakin gaya dan semakin bersinar dengan karya dan pengabdiannya. Saya tidak percaya dan boleh dibilang benci dengan konsep perempuan semakin tua, sudah menikah, sudah punya anak, menjadi layu dan tidak berdaya. Saya justru percaya, perempuan, seharusnya, dengan perjalanan hidupnya yang panjang, “ been there, done that “ , semakin matang pengalaman, semakin bijak dan semakin bersinar dari dalam.
The Rest will be in Miss Jinjing Pantang Mati Gaya, Dec 09
Saturday, June 27, 2009
NGERUMPI SAMA MATTEO

Berbeda dari ngerumpi sama orang dewasa yang bawaannya bikin dosa ajah, karena kebanyakan ngomongin orang, ternyata ngerumpi sama anak kecil itu menyenangkan sekali dan bisa membuat saya bahagia karena melihat senyumnya yang tulus dan celotehannya yang super inosen tapi bisa bikin orang dewasa nyaris pingsan. Matteo, pangeran kecil saya yang umurnya 4 tahun, beberapa hari yang lalu tiba tiba bilang sama saya…
Mommy, kalau aku besar, aku mau jadi penulis kayak Mommy….
Wah saya yang lagi leyeh leyeh di sofa kesayangan, baca novel John Grisham kesayangan saya, kaget setengah mati, karena setahu saya biasanya anak kecil kan cita citanya jadi pilot, polisi, dokter ( kayak grandpa nya , dari dulu saya kepingin sekali, salah satu dari ketiga pangeran saya ada yang jadi dokter bedah seperti grand pa nya) , atau insinyur. Belum pernah saya dengar anak kecil , 4 tahun pula, pengen jadi penulis. Abangnya Alessandro dan Carlo cita citanya pengen jadi pilot, pernah juga pengen jadi polisi. Lalu saya tanya dong sama dia alasannya mau jadi penulis. Jawabannya membuat saya tercengang..
Mommy, aku mau jadi penulis kayak mommy, aku
Saya sebenarnya sempat bingung juga, sebenarnya, ini sanjungan atau atau teguran ya dari anak saya??? Tapi sejujurnya saya lebih merasa sebagai teguran yang keluar dari bibir seorang malaikat kecil yang sangat saya sayangi. I am sorry Matteo. Mommy has to work so hard.
Bibir mungilnya masih melanjutkan celotehan ceriwisnya. Aku mau kayak Mommy, ada di majalah majalah, trus saya tanya dong, kok matteo tahu mommy ada di majalah majalah??? Seingat saya, tidak pernah bilang sama matteo setiap saya ada di Majalah. Matteo tahu dari mana, Mommy ada di majalah majalah??? Trus dia bilang,
Waktu mau ada di Trans Tujuh, acara selamat pagi yang jam tayangnya jam 8 pagi, Satu hari sebelumnya, tanpa ada yang mengajarinya, Matteo sudah sibuk bilang sama ibu gurunya yang cantik kalau besok dia tidak masuk sekolah, karena mau nonton Mommy di tivi. Gempar lah ibu guru beserta koleganya di sekolah Matteo di Jambi. Saya jadi tidak enak hati sendiri saat bertemu dengan ibu gurunya.
Beberapa hari setelah Matteo bilang mau jadi penulis, waktu saya jemput Matteo di sekolahnya, tiba tiba ibu gurunya bilang, “ Bu Amy, Matteo baru pulang dari Cina ya??? “ Saya langsung yang terpana agak agaik kebingungan gitu. Belum sempat menjawab saking terkaget kaget, tiba tiba ibu gurunya sudah nyerocos lagi, “ Kata Matteo, dia kemaren di Cina lihat panda. Aduh bingung bingung. Saya bingung harus bilang apa, jadi saya iyakan saja, bukan maksud berbohong, tapi bingung bagaimana menjelaskannya. Matteo jelas jelas tidak kemana mana, dia hanya sempat malas ke sekolah beberapa hari. Kalau dia malas ke sekolah, saya selalu membiarkan saja, kasihan karena dia masih terlalu kecil. Umurnya baru 4 tahun dan dia sudah mulai bersekolah sejak umur 1,5 tahun.
Lalu pulang sekolah, saya tanya sama Matteo kenapa dia bilang begitu sama gurunya? Saya bilang, dia tidak boleh berbohong sama ibu guru. Tiba tiba dengan wajah dan suara super inosennya dia bilang begini… Mommy aku tidak berbohong, aku mengarang, seperti Mommy, Nanti kalau aku sudah bisa menulis, aku mau buat buku kayak Mommy, jadi aku bisa ikut Mommy terbang terus dan masuk tivi.
Matteo cinta mama, semoga cita cita mu suatu hari tercapai seperti yang engkau inginkan, doa Mommy selalu menyertaimu.
Your Mommy.
JARUM SUNTIK

Kalau ada pemilihan manusia yang paling takut jarum suntik, malaikat juga tahu pasti saya juara dunianya. Dan kalau hadiahnya piala bergilir, mungkin piala itu tidak akan pernah lepas dari saya. Memang benar benar memalukan. Apalagi dikenal sebagai anak dokter bedah senior, alangkah memalukannya jika melihat saya menggelepar gelepar saat mau disuntik bak kambing mau dipotong di rumah potong. Dan apesnya lagi nih, dari ketiga anak nya My Dad, yang paling sering terkapar di meja operasi tuh saya, jadi saya deh yang sering diketawain orang orang di Rumah Sakit saking takutnya saya disuntik. Seingat saya sudah dioperasi sekitar 5 kali, tumor di tangan, tumor di payudara, caesar tiga kali, dan yang terakhir nyaris “ bye bye “ dari dunia yang indah ini. Patah kaki dan patah tangan sudah berulang kali. Robek karena jatuh dan digigit anjing sudah langganan. Jadi sayalah manusia yang paling akrab dengan jarum suntik, benda yang paling menyebalkan di muka bumi di mata saya.
Asal muasal takut nya saya sama jarum suntik ini, karena waktu saya masih balita, My Dad praktek di rumah, dan hampir setiap hari saya mendengar bahkan sesekali melihat anak kecil nangis menjerit jerit dijahit sama My Dad, paling sering sih karena jatuh main sepeda, jatuh manjat pohon, sampai yang kepalanya bocor. Tangisan dan jeritan itu cukup membuat saya trauma. Adik adik saya tidak terkena trauma itu karena saat itu saat itu adik saya, Chiko masih bayi dan Lucy belum lahir, dan saat mereka balita ayah saya sudah tidak praktek lagi di rumah.
Singkat cerita
Trauma itu berkembang sedemikian dahsyatnya, sehingga saya tidak saja takut dengan jarum suntik, tapi juga takut berat ke dokter gigi, selain jarum suntik desingan bor di dokter gigi, bisa membuat saya keringat dingin disertai lemas nyaris pingsan. Dan celakanya, gigi saya juga sangat manja, jadi langganan kesayangan dokter gigi, sebentar sebentar ke dokter gigi. Dan saking terkenalnya saya di rumah sakit akan kecengengan dan kemanjaan, daripada malu maluin, setiap ke dokter gigi, My dad selalu menyertakan beberapa “ajudan” nya untuk mendampingi saya ke dokter gigi. Sebenarnya sih lebih tepatnya untuk jadi sasarana cakar dan cengkraman saya yang super histeris kala disuntik. Tapi karena My Dad orang yang sangat berpengaruh di rumah sakit itu, jadilah ajudannya tidak berdaya setiap ada penugasan mendampingi saya ke dokter gigi. Kasihan banget ya mereka. Mungkin karena kelakuan saya ini, di mata mereka, meskipun sudah 36 tahun, saya tetap anak kecil selamanya di mata mereka. Sampai sekarang saja, mereka masih manggil nama saya dengan nama kesayangan, Non Amy.
Terakhir saat opname gara gara malaria sialan itu, pembuluh darah saya yang kelewat tipis, sehingga jarum infus untuk bayi pun susah sekali masuk ke pembuluh darah, saya terkaing kaing histeris, karena butuh beberapa kali tusuk di tangan saya untuk memasukan jarum infus mini tersebut. Saking seringnya di infus, saya sampai hapal speud nr 22 untuk tangan kanan dan speud nr 24 untuk tangan kiri yang bisa masuk . Butuh 20 orang untuk mencoba memasukan jarum suntik tersebut. Selain memang sulit, mungkin karena sayanya tegang juga. My Dad enggak tega menusuk putri kesayangannya, jadi yang dicemberutin ya paramedis paramedis itu… Dan sepertinya cemberutnya My Dad petaka untuk mereka. Maafin aku ya. Aku tidak bermaksud menyusahkan kalian.
Karena saya tidak ingin anak anak saya bernasib seperti saya, saya berusaha membuat mereka ke dokter jadi menyenangkan, walaupun apapun alasan ke dokter pastinya tidak menyenangkan. Anak saya yang paling besar, Aless, kelakuannya mirip saya, amat sangat penakut di dokter, terutama melihat jarum suntik, karena dia sempat sering melihat grand pa nya praktek dan operasi di rumah sakit. Carlo dan Matteo mungkin seperti Papanya, sangat pemberani di rumah sakit. Carlo malah sejak dulu, setiap diimunisasi, yang ada malah melototin dokternya, Om Dr Alfred Siahan SpA dengan muka marah, sampai dokternya ketakutan sendiri. Carlo memang sering galak kayak Papanya hehehe… Aless dan Matteo manis, sweet boys seperti mommynya, tentunya. Matteo paling hanya teriak sedikit… mmmmmppphhhh… tapi tidak sampai menangis berurai airmata seperti Mommy…
Saya pernah tiba tiba harus masuk rumah sakit, gara gara malaria norak itu, dan ketiga pangeran pangeran kecil saya itu ingin sekali menemani Mommynya yang terkapar lemas. Mereka selalu mencemaskan saya. Karena tidak tahan menahan rasa sakit yang luar biasa karena bolak balik ditusuk untuk masukin jarum infus sialan, saya menangis histeris tidak terkontrol lagi. Eh tiba tiba, Aless bilang sama saya, “ Mama, diam dong, jangan nangis dong, kalau kita yang ke dokter, kita enggak boleh nangis, enggak boleh teriak teriak, kenapa Mama sekarang teriak teriak kalo disuntik??? Ketahuan ya, yang sebenarnya penakut takut disuntik tuh Mama, bukan kita…. “ trus mereka bertiga ketawa ketawa. Gubraaaaakkkkkssssssssssss… waduh, malu banget, ketahuan kartunya deh saya di depan anak anak saya, gara gara saya enggak bisa jaim untuk tidak menangis saat disuntik depan mereka. Terus terang jadi malu hati sendiri deh saya dibuat si Aless.
Dan yang buat saya semakin malu nih, ceritanya, tidak beberapa lama setelah masuk rumah sakit, anak saya, Carlo diimunisasi, eh, tiba tiba dibilang begini sama abangnya, di depan saya….. Aless, tadi aku disuntik, tapi tidak nangis loh, tidak seperti Mamah, aku tidak cengeng…
Duh, malu banget rasanya, mungkin kalau ada kolam, barangkali saya sudah nyemplung ke kolam. Mungkin sudah saatnya saya menyadari kalau anak-anak saya sebentar lagi bukan anak anak lagi. Mereka sudah bisa ngerumpiin saya… duh duh duh…
* Photo, courtesy of Visensia Erina *
Wednesday, June 24, 2009
SINGAPORE ZOO


Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengenang masa kecil. Saya ingat sekali, dulu waktu saya kecil, saya pernah dibawa sama orang tua saya ke kebun binatang di Singapore, dan sampai sekarang sangat berkesan. Dulu saya diajak sarapan dengan, si Ah-Meng, orang utan, iconnya Singapore Zoo. Sekarang si Ahmeng sudah tua, 44 tahun, dan saya membawa anak saya bertemu dengan anaknya Ah-Meng... oh senangnya, melihat ke tiga pangeran pangeran kecil saya tertawa bahagia melihat berbagai jenis binatang seperti saya juga dulu bahagia jalan jalan sama orang tua saya.
Waktu kecil saya yang pecinta berat binatang, bercita cita ingin jadi dokter hewan, dan tidak kesampaian... My Dad saya dengan 1001 satu alasan tidak mengizinkan... Seandainya waktu bisa berputar ke belakang, pasti saya mau sekolah lagi jadi dokter hewan. Tapi kalau dipikir pikir lagi, bisa bisa saya enggak jadi Miss Jinjing deh kalau jadi dokter hewan... I love the way i am...
Back to the zoo...
Pangeran pangeran kecil saya itu, senang sekali melihat begitu banyak binatang, apalagi kan suasananya bersih banget dan bebas nyamuk, beda banget sama kebun binatang ragunan apalagi kebun binatang Jambi, Taman Rimba. Matteo excited banget waktu jalan diatas jembatan kayu yang dibawahnya ada buayanya... Matteo bilang sama saya, " Ma, Papa Buaya yang di Jambi, sodaraan enggak ya sama Papa Buaya di Singapur????" Lucu banget kan, karena salah satu binatang favoritnya Matteo itu Buaya, dan dia selalu bilang, Papa Buaya.
Aless, Carlo dan saya, senang banget lihat, Harimau Albino, cute banget, persis kayak boneka deh, pengen cium dan pengen peluk rasanya. Saya senang banget lihat kuda nil yang baru saja melahirkan anaknya beberapa hari yang lalu, ih lucu banget melihat mereka berendam bersama.
Dan yang paling membuat anak anak saya histeris, waktu melihat kura kura galapagos yang nyaris segede mobil... OMG... saya enggak nyangka ternyata besar sekali, dan anaknya banyak lagi. Ternyata kura kura ini tidak hidup di air, beda sama kura kura yang biasa. Kura kura ini hidup di darat. Jalan kaki seharian tidak terasa di kebun binatang ini yang banyak pohon pohon besarnya, jadi tidak terlalu terasa panasnya. Matteo juga suka banget melihat beruang kutub, polar bear... sepasang.. dan mereka selalu pakai ac.. tapi kasihan juga melihatnya, karena tidak di alam sebenarnya, dan mungkin tidak cukup dingin buat dua binatang imut tersebut, bulunya jadi kurang lebat. Tapi memang imut banget, gemas sekali melihatnya.
Fasilitas di kebun binatang ini lengkap dan toiletnya bersih banget. Petunjuknya lengkap dan petugasnya ada di setiap sudut, jadi kita tidak perlu takut tersasar.
Kita sempat naik tram yang bisa naik dan turun sekehendak kita di setiap pemberhentiannya. Dan kita sempat makan siang yang enak di sana, dan diakhiri dengan makan es krim kegemaran saya Ben n Jerry... what an heaven...heaven on earth with my family...
Sunday, June 21, 2009
FAMILY HOLIDAY 1


Liburan telah tiba..
Hari yang ditunggu tunggu my 3 adorable princes, Alessandro, Carlo dan Matteo. Setelah kalah pemungutan suara, akhirnya kita jadi perginya ke Singapore. Pesona Singapore ternyata masih membayangi otak pangeran pangeran kecil ini. Ya sudah lah, setahun sekali mengalah untuk kesenangan mereka. Lagi pula Singapore memang sangat nyaman untuk liburan keluarga , bersih, aman, nyaman dan banyak yang bisa dilakukan selama di sana. Yang jelas seminggu sebelum pulang mereka sudah enggak bisa tidur dan sibuk " ngayal.com " mau ngapain di Singapore. Saya nya justru tanpa persiapan apa apa, karena satu hari sebelumnya baru balik dari Jakarta.. kejar setoran buat liburan hahhahaa...
Karena kami tinggal di Jambi, jadi ke Sing nya via Batam. Dari Jambinya naik Sriwijaya, yang sakit, deketnya perasaan baru duduk sudah sampai. Kan jaraknya Batam - Singapore cuma seberangan saja... Di pesawat mereka sudah enggak bisa diem, dah kebayang deh pasti di Sing heboh berat. Matteo senang sekali, karena petualangan dia hari ini sangat lengkap, naik pesawat, naik kapal dan naik MRT favoritnya... Saya yang sudah tidak terbiasa naik kapal sempat mual saat kapalnya goyang.. tapi ini 3 kurcaci malah ketawa ketawa kegirangan... disangka Disneyland kali ya...
Sampai di Harbour Front, kita sempet sempetnya maen ke Vivo City sebentar , nah ini kurcaci dah pada berisik mau main air sama rendem rendem.. tapi karena sudah ditunggu untuk check in di hotel, jadi kita enggak bisa berlama lama di Vivo City yang selalu ramai pengunjung. Waktu kita naik taksi, jadi pada cemberut semua tuh cowok cowok ganteng. Oh ya, karena kita berenam, jadi kemana mana harus naik 2 taksi. Di Singapura, satu taksi hanya bisa 4 orang.
Setelah check in, kita langsung kelaparan, anak anak langsung ribut mau naik MRT. Kita langsung menuju Wisma Atria, makan di Food Republic. Mereka makan bebek dan bebek, hanya bebek... hhehehe... dan seperti biasa, mereka makan tidak cukup satu ronde. Setelah makan, saya sempat ke Charles n Keith beli sendal untuk Lina sama Dee Dee... ini pangeran pangeran cemberut berat melihat CK ramenya enggak ketulungan, terpaksa deh mereka saya taro di Kopi Tiam pas di depan CK, mereka tuh kecil kecil doyan minum kopi dan makan kue, persis kayak maminya... baru deh mereka diem... tapi enggak lama, setengah jam sudah gantian bolak balik teriak teriak di CK.
Dari sana kita ke Takashimaya ( mommy's favorite playground for years - lagi GREAT SINGAPORE SALE 09 - gitu loh... ), beli sepatu untuk Matteo. Heran ya, anak kecil tuh perasaan pakai sepatu sebentar banget, baru beli, sudah kesempitan, sekarang sudah harus beli lagi. Herannya, ini anak 4 tahun, kok tahu aja ya milih sepatu, dan yang dia pilih itu yang mahal lagi hehehe... tapi hati maminya selalu mencair setiap melihat senyuman mautnya. Yang surprise.. kok anak ini tahu " sale " ya... walah walah... kepinteran bener... Tapi tar kalau maminya ngeluh, pasti deh dikatain pelit, secara maminya beli GUCCI enggak ada yang boleh protes. Setelah beli sepatu, kita sempet duduk sebentar di samping air mancur di Takashimaya... sambil minum es krim... sepertinya untuk sementara, diet gagal total. Enggak terasa, enggak taunya sudah jam 11 malam, tapi mata bocah bocah ini masih terang benderang..
to be continued..
Saturday, March 21, 2009
PROFESIONALISME MALARIA
Sudah 5 hari aku sakit malaria yang enggak bisa bersahabat sama sekali. Aku sampai harus indekos di rs asia medika satu malam dan rs cikini sampai sekarang. Sebenarnya sudah jadwal aku untuk ke Jakarta untuk berapa media minggu ini. Radio Cosmopolitan, Jakarta Post, majalah kartini, tabloid wanita indonesia, Bank RBS, Teh Sosro. Halah.. males banget.
Waktu sampai di RS Cikini, aku bilang sama my Dad... aku mau inteview sama media media tersebut, My Dad hanya geleng geleng aja, karena interviewnya di RS... tapi beliau kayaknya ga sampai hati menegurnya.
Besokannya lebih parah lagi. Pemotretan dengan Majalah Kartini harus di Plaza Senayan karena sponsornya Folie Folie. Aku bilang sama My Dad... trus dia bilang, well kamu bawa tuh, si Basiran sama si Aan... ajudan -ajudan My dad.. dan dengan tenaga medis lainnya... tangan masih terbelit infus sana dan sini. Well daripada enggak boleh, terpaksa nurut aja. Dandannya di VIP Mawar, Jam 10 Pagi. Anto sendiri kebingungan, kenapa juga di rumah sakit didandaninnya. Jadilah aku tontonan dokter dokter dan suster suster se rumah sakit.
Jadilah teman teman majalah Kartini . tabloid Wanita Indonesia, kebingungan setengah mati, karena aku datang bawa armada medis yang amat sangat lengkap.
Aku bilang sama teman teman media, sekali aku sudah berjanji, aku pasti akan datang, apapun halangan dan rintangannya.
Dad, terima kasih ya sudah mendukung karir dan perjuangan aku.
I love you Dad...
Wednesday, March 4, 2009
WHY I LOVE SO MUCH LIFE IN JAMBI
• Di Jambi, itu tidak ada macet sama sekali, kecuali waktu jam pulang sekolah di depan sekolah.
• Di Jambi, masih banyak pohon dan hutan, jadi setiap pagi saya masih mendengar kicau burung dipinggir kamar saya. I love that so much.
• Di Jambi, udaranya segar sekali, polusinya masih relatif kecil sekali.
• Di Jambi, sayur mayur murah meriah.
• Di Jambi tidak ada Mall heboh yang membuat saya tergiur belanja, kecuali beli buku.
• Di Jambi relatif aman, jarang rampok tapi maling jemuran banyak.
• Di Jambi semua bisa diatur…. Silahkan artikan sendiri maknanya.
• Di Jambi, anak anak tidak konsumtif, karena memang jauh dari godaan mal dan toko mainan.
• Di Jambi, tidak ada Starbuck dan teman teman sejenisnya, jadi hemat.
• Di Jambi, pempeknya enak banget dan murah.
• Di Jambi, semua yang judulnya makanan murah.
• Di Jambi tidak ada tempat nongkrong, jadi sering main ke rumah teman, persahabatan jadi lebih akrab.
• Di Jambi tidak ada jarak yang dibilang jauh.
• Di Jambi tidak usah pusing mau pakai baju apa hari ini, fasion, jadi enggak usah takut dikomentarin karena orang di sini memang tidak terlalu sadar fashion.
• Di Jambi , tarif salon murah banget, cocok untuk banci salon seperti saya yang cuci rambut sendiri saja malas banget.
• Di Jambi, tarif parkir murah sekali, sering juga enggak bayar enggak apa.
• Di Jambi, Gaji supir, pembantu masih murah, walaupun kelakuannya sering menyebalkan.
• Di Jambi, saya tidak ada saudara, jadi tidak ada kewajiban moral datang ke berbagai acara keluarga.
I love so much Jambi.
Amelia Masniari
Ps: Sukses dan doa dari saya untuk Ibu Ratu Munawaroh Zulkifli Nurdin yang sedang berjuang agar terpilih sebagai anggota DPR RI dari PAN.
Wednesday, February 18, 2009
MAKE OVER FOR HER WORLD
Aku dan Anto, Make up artist kesayangan aku dan sahabat sahabat aku
Ceritanya nih, kemaren, aku wawancara dengan Mbak Mei, dari majalah Her World... biasa dong, ijk, banci tampil dan banci photo abis... plus ga pedean kalau yang namanya photo session... jadi adegan make over harus tetep prioritas hehehhe...
Saturday, January 31, 2009
BIANCA, MY NEW NIECE
BIANCA ALEXANDRETTA SITUMORANG
Born in Rumah Sakit Asih, Sabtu 31 Januari 2009 , Jam 06.45
Mommy, My cousin, Anggi Naulita Napitupulu and Daddy, Alexander Dippo Situmorang
Bianca darling....
Welcome to this beautiful world...
Auntie MJ loves u...
( akhirnya ada juga ponakan perempuan untuk di dandanin.... abis tantenya MJ sih... )
Untuk Anggi dan Dippo , selamat ya... semoga dengan adanya Bianca, limpah rahmat dan berkat ditambahkan Tuhan kepada kalian...
Love
Kel. AKBP. Reinhard Hutagaol Sik and Family
Friday, December 26, 2008
OPUNG PERTH, NENEK PALING CANTIK DAN SEXY SE DUNIA…
Saya punya seorang nenek ( Nama kerennya Melanie ) , yang tinggal di Perth, Australia, umurnya sekarang sudah 75 tahun lebih, tapi penampilan seperti akhir akhir 40an… kulit mukanya kencang sekali, pahanya kencang banget… pokoknya luar biasa banget… suami yang sekarang, adalah suami ke empat yang ke semuanya bule ganteng yang kaya raya di Perth. Saya baru tahu rahasia kecantikannya setelah saya beberapa bulan tinggal di
Nenek saya ini hobby banget dengan segala macam yang namanya perawatan diri… segala macam servis spa dia sudah coba semua. Waktu saya ikut dia pergi ke spa, tahun 1992, waktu itu di
Saya kaget melihat perut, paha dan panggul nenek saya ini yang bebas lemak… salut banget.. masih sexy banget.. Kulitnya juga masih putih mulus dan kenyal tentunya… Aduh, mudah mudahan saya tua seperti dia. Pantes saja, bule bule itu pada bertekuk lutut di depannya. Selama saya di
Nenek saya ini memberikan ajaran “ sesat “ Jangan mau sama cowok, kalau dia tidak bisa membelikan berlian minimal satu karat… walahhhhhhhhh…. Bingung saya jadinya di mana juga nyari cowok model begini ??? Tapi nenek saya ini pernah menunjukan koleksi berliannya yang banyak banget, yang bikin semua perempuan menarik nafas panjanggggggg…. Tidak ada tuh yang namanya berlian pasir… semua berlian yang sebesar biji jagung minimal…. Hayyyyyyyyaaaaaa…… Dan dia hafal menyebutkan setiap piece nya hadiah dari siapa…
Yang lebih anehnya nih, waktu saya menikah tahun 1998, dia juga baru beberapa bulan menikah dengan suami keempatnya.. Waktu itu umur nenek saya ini sudah 65 tahun, tapi masih cantik dan sexy… Believe it or not…. Kita honeymoon bareng bareng di
Mantan pacar saya memuji nenek saya ini. Dan selama double date,,,,, kami sama sama menyewa mobil, mantan pacar yang menyetir, eh di bangku belakang nenek dan opa saya ini lebih hot ciuman dan peluk pelukannya daripada saya dan mantan… Akhirnya saya dan mantan yang jadi penontonnya…Tapi saya sangat menikmati masa masa indah yang hanya kejadian sekali dalam seumur hidup.
Opung, I love you…..
Friday, December 12, 2008
KISAH SEDIH ANTON
Saya tidak terlalu kenal dengan yang namanya Anton... Anton ini seorang supir di Tebo, Jambi, tempat di mana mantan pacar saya pernah bertugas . Anton ini mantan supirnya teman baik saya...
Ceritanya nih... tiba tiba terdengar kabar... Anton sakit kritis di rumah sakit umum daerah Jambi di Jambi... memang Anton ini sudah lama tidak masuk kerja karena sakit... Mula mula tidak jelas juga Anton ini sakit apa... Makin hari Anton makin kritis dan akhirnya terdengar informasi secara samar, kalau Anton ini menderita sakit AIDS yang tinggal tunggu waktu.
Besoknya, mendadak kami mendengar Anton yang meninggal di Jambi... Kami semua kaget... karena tidak menduga secepat itu. Lalu kami segera turun gunung... Jarak tempuh Tebo-Jambi sekitar 4 jam dengan mobil pribadi..
Alangkah kagetnya saya dan mantan pacar, waktu sampai di rumah sakit, sudah sore hari, dan Anton meninggal sejak pagi, ternyata jasad Anton sama sekali tidak terurus dan sudah mulai bau... karena tanpa alasan yang jelas, tidak ada satu pun pihak baik keluarga maupun dari kantornya yang mengurus jasadnya... bahkan jasadnya tidak bisa keluar dari rumah sakit karena masih ada tanggungan pembayaran...
Dan yang mengenaskan, ternyata Anton ini sudah beristri ( saya tidak pernah tahu ) dan istrinya sedang hamil anak pertama, tujuh bulan, dan bayi yang dikandungnya kembar pula.... Istrinya benar benar tidak berdaya, yang ada hanya pingsan-bangun-pingsan lagi... Ya , mengerti deh saya... pasti stress banget... Gimana tidak mau stress dan tidak sakit jiwa... menikah baru 8 bulan, langsung hamil, kembar pula, eh suami langsung meninggal, sakit aids pula lagi.... walah... kalau saya pasti sudah mati terkena serangan jantung... Pikiran saya yang ada langsung negatif saja... aduh bagaimana jika istri dan bayi yang ada dalam kandungan tertular??? Dan bagaimana nasib mereka selanjutnya?? pikiran saya benar benar berkecamuk... gemes banget rasanya... Dan yang janggalnya nih, ternyata tidak satupun keluarga Anton dan keluarga istrinya yang tahu kalau Anton menderita sakit Aids... sebagian dari mereka baru tahu saat melayat di rumah sakit... aduh... sedih banget ga sih??? Mertua perempuan Anton nampak histeris sekali dan bolak balik pingsan juga...
Akhirnya kita sama sama bantu keluarga Anton, kita lunasi tunggakan rumah sakitnya, kita bayar untuk memandikan jenazah, dan kita bayar mobil jenazah untuk membawa jasad Anton ke kampung halamannya di Toba, Sumut...
Sambil menunggu jasad Anton diberangkatkan...saya sempat bertemu dengan orang orang LSM yang mendampingi Anton sampai menghembuskan nafas terakhir... ternyata sebelum meninggal, Anton sempat membuat pengakuan dosa... tujuh tahun yang lalu, dia sempat jajan di Pucuk, komplek pelacuran di Jambi... dia mengaku hanya sekali... dan langsung terkena penyakit jahanam ini.... dan ini sama sekali tidak dia sadari, sampai setahun sebelum dia meninggal.... Dan ternyata korban yang tertular dari pekerja seks komersial dari pucuk ini ternyata tidak sedikit... hanya saja tidak terekspos... Jumlah penderita Aids ini seperti gunung es, yang terlihat publik hanya sedikit dibandingkan jumlah penderita sebenarnya...
Memang tidak baik membicarakan orang yang sudah meninggal... tapi saya benar benar tidak bisa menerima apa yang dilakukan Anton... jika sudah tahu menderita Aids... kenapa juga masih menikah dengan perempuan yang tidak berdosa... yang tidak tahu apa apa.... dan hanya untuk memberikan derita dan aib bagi dirinya??? Benar benar keterlaluan.... saya marah sekali mendengarnya.... Ini kejahatan yang dilakukan dengan sengaja, atau semata karena ketidak tahuan???
Saat itu hadir juga teman saya, mantan bosnya Anton... yang ada pasangan suami istri ini, Bang Franky dan Mba Sari, kebingungan juga dan kaget setengah mati... karena selama tiga tahun bekerja dengan mereka, Anton tidak menunjukan tanda tanda yang mencurigakan... Mba Sari yang ada malah nampak kebingungan karena Anton sering membantu mengasuh empat orang anak anaknya, dan bahkan kabarnya Anton sering mencium anak anaknya... Mba Sari tidak bisa menyembunyikan kecemasannya... Dengan sok tahunya... saya bilang sama Mba, kalau cuma bersalaman atau ciuman di pipi tidak menular... Saya hanya berusaha menenangkan si Mba cantik ini, padahal saya sendiri juga kebingungan...
Dan konyolnya nih...
Setelah jasad Anton berhasil diberangkatkan... saya dan mantan pacar pulang ke rumah... dan apa yang terjadi??? begitu mobil berhenti... tanpa aba-aba... kami berdua balapan lari masuk kamar mandi... karena perasaan tidak enak dan perasaan gatal tidak karuan... kami berantem siapa yang harus mandi duluan... yang ada malah kita langsung mandi berdua selama sejam, gosok dan gosok lagi.... hehehe... kok jadi begini ya??? Padahal kita kan juga tahu, tidak bakal tertular begitu saja....
Beberapa bulan kemudian kami mendengar kalau hasil tes Elisa menunjukan kalau istrinya tidak tertular... tapi ini belum final, karena masih harus tes lagi enam bulan kemudian dan harus melewati masa inkubasi selama tujuh tahun sebelum dinyatakan bebas dari Aids.... Akhirnya istrinya melahirkan kedua anak kembar ini melalu operasi caesar dengan bantuan LSM... namun kedua anak nya juga belum jelas kabarnya, apakah terinfeksi juga atau tidak...
MORAL OF THE STORY....
Girls... siapkan mental kamu, disekitar kita banyak penderita AIDS... persiapkan mental dan lengkapi diri dengan pengetahuan jika hal ini terjadi ( amit amit , knock knock on the wood... ) pada orang orang yang ada disekitar kita... keluarga, kerabat, teman, atau tetangga yang ada disekitar kita... kita tidak perlu mengucilkan, menghujat atau menghakimi mereka... Mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita semua....
Monday, December 8, 2008
MAMA COK, a.k.a TANTE SAYA... YANG SAYA KASIHI

Ir. Roswitha Situmorang ( tengah ) & her beloved daughter in law... Febby Kartika ( kanan )
Hi dear...
Hari ini saya mau cerita tentang tante saya yang sangat saya sayangi, saya kagumi, Mama Cok... ini nama panggilan sayang saya untuk dia... dan didunia ini yang manggil dia dengan sebutan ini cuma saya dan adik adik saya... Nama asli dan kerennya nih... Ir. Roswitha Simanjuntak... Mama Cok ini, adiknya my dad... Saya sayang sekali sama Mama Cok...Beliau dipanggil Mama Cok karena nama panggilan anak pertamanya di keluarga kita, UCOK ( Nama benernya sih, Ringkar Situmorang ) , jadi panggilan sayangnya... Mama Cok.. di mata saya dia nyaris seperti malaikat.. hidupnya nyaris sempurna...
Dulu My Dad sering bilang... tante saya ini pintar sekali, karena matematikanya waktu kecil di rapor selalu 10... ya bener 10... Saya saja.. untuk dapat nilai 7 selalu harus ikut les matematika seumur hidup.. ( perasaan nih... ) Tante saya ini, lulusan Institut Teknologi Bandung... cum laude.. sedangkan saya... bisa masuk Universitas Indonesia saja mesti jungkir balik di bimbingan tes.. Saya selalu kagum dengan tante saya ini, karena dia perempuan yang berhasil dalam karirnya... mantan direktur BUMN... sedangkan saya... my dad setengah mati nyekolahin saya... nyeret nyeret saya sekolah sampai s2 dan" end up " jadi Ibu Rumah Tangga.. sekarang sih dah agak keren-an dikit karena ada profesi baru... penulis, hahhaaa... Pekerjaan Ibu Rumah Tangga mulia sekali... tapi jika bisa sukses berkarir, sukses berumah tangga, itu baru luar biasa... seperti tante saya ini..
Saya belajar banyak sekali dari tante saya ini... rumah tangganya tidak sempurna.. tapi dengan kesabaran, kebesaran hati untuk memaafkan, menerima kekurangan pasangannya, seberat apapun permasalahannya... ( dan yang saya tahu amat sangat berat ) selalu selesai dengan baik dan damai.. Tante saya ini adalah tempat mengadu dan tempat curhat yang tiada duanya... nasehatnya selalu bijak tapi tidak menggurui... Dalam kamusnya tidak ada istilah perceraian, yang ada hanya setia sampai mati... catet deh... militan banget nih tante saya untuk bab yang ini...
Tante saya ini tidak cantik, namun sangat terawat... seperti saya hhahaha... saya belajar dari dia... dia kulitnya putih sekali... bak pualam yang digosok setiap hari... Tante saya ini juga kalau pakai baju, keren sekali... waktu saya kecil, saya selalu kagum melihat dia setiap mau berangkat ke kantor... kalau saya lagi menginap di rumahnya... pakaian kantornya di mata saya selalu keren dan chic... dan selalu matching tas dan sepatunya.... sepatunya selalu Bally.... one of my favorite... dan waktu saya kecil, saya selalu berkhayal.com , jadi wanita karir seperti tante saya ini, berangkat kantor setiap pagi, dandan keren dan selalu wangi...
Nah, si Mama Cok ini, hobbynya ngoleksi berlian... baca MJ ya... ada tentang dia... koleksinya sering membuat saya ngiler sampai terngences ngences...saya dulu heran lihat dia... tidak punya anak perempuan ( anaknya 3 cowok semua, ganteng ganteng semua... ) tapi koleksi berliannya buanyak banget... saya dulu suka godain beliau... " Mam... ngapain sih ngumpulin berlian banyak-banyak... tar didoain cepet mati loh sama mantu, mending di surat wasiat buat aku saja " terus dia senyum senyum saja... Karena tidak punya anak perempuan, saya selalu jadi sasaran limpahan kebaikan hati tante saya, yang selalu punya hasrat terpendam punya anak perempuan tidak kesampaian... setiap kerumahnya, selalu tidak pernah pulang dengan tangan hampa... selalu ada saja yang diberikan tante saya... entah baju, sepatu, tas, lipstik, bahan, dll... kadang juga saya suka bawa hasil jarahan hahahaa... alias minta maksa... hehehee.... sadis lagi... pernah barang jarahannya malah cincin berlian... Dulu, jauh hari sebelum saya ulang tahun, dengan tidak tahu malunya..., saya sudah kasih pengumuman wish list... dan tante saya ini selalu mengabulkan wish list saya ini... malah sering ditambahin lagi dari daftar wish list nya... Kunjungan ke rumah Mama Cok, adalah acara yang selalu saya nanti-nantikan, dan tidak pernah terlewatkan...
Waktu anak saya ketiga lahir dan ternyata laki laki lagi... Mama Cok ketawa setengah mati... wah kualat bener nih saya sama beliau.. akibat sering godain, jadi ketulah, anaknya juga cowok semua... Sekarang Mama Cok sudah punya menantu, Febby... dia sayang sekali sama menantunya... saya tidak berani pecicilan lagi sama tante saya... takut menantunya sebal lihat saya... Saya sayang sekali sama tante saya ini, Mama Cok... saya selalu berdoa, semoga tante saya ini panjang umur, sehat dan bahagia selalu....
Mama Cok... I love you...
Love
Amy
Tuesday, September 30, 2008
WHAT A BIG HAPPY FAMILY,IN MEMORIAM OF OPUNG HANG JEBAT

Located, Family Cemetri, Jonggol, Parung
Event, My Grand Pa's ( Drh. Napitupulu ) Funeral
From left to right....
Uncle, Agam Napitupulu ( Jakarta ), My Aunty, Tita Juwita Sari, Perth, My Aunty, Nur Napitupulu, Medan, My Uncle , Denny Napitupulu, Jakarta, My Aunty, Evita Napitupulu, My Aunty Bulan Sibarani, My Uncle Tidar Napitupulu, My youngest sister, Lucy Tiurma Simanjuntak, Me ( as always , busy...), Amelia Yugia Masniari, Jambi, Victory Napitupulu , Melbourne,
Back , not so clear My aunty, Ida, Surabaya, My Aunty, Meidelina Jakarta, My Cousin Anggi Naulita Napitupulu, Jakarta, My Cousin, Yemima Napitulupulu, Surabaya, My Beloved Mommy, Angelina Napitupulu, Jakarta, My Cousin , Ruth Polaria Simamora and her hubby, Roger Warouw, Jakarta.
Sit..Left to right... My cousin, Arlan Pratama Napitupulu with his brother in law, Alexander Dippo Situmorang..., My Cousin, Puti Kezia and My Cousin, Tiona Simamora...
Oh... I love all of them so much...
Monday, September 29, 2008
MY BELOVED SISTER, COUSINS AND NEPHEW

Photo ini baru saja saya terima dari sepupu favorit saya yang tanpa kehadirannya acara keluarga jadi tidak seru lagi, Arlan Pratama Napitupulu....
Dari kiri ke kanan...
Alexander Dippo Situmorang and his beloved wife, Anggi Naulita Napitupulu ( Jakarta), Victory Napitupulu ( Melbourne ) , My youngest sister, Lucy Tiurma Simanjuntak( Jakarta ), Yemima Napitupulu dan Puti Kezia Napitupulu ( Surabaya ), Roger with his Babies Rolf Waraouw ( Jakarta ), Joshua Napitupulu ( Utrecht ) , Hasiani Harianja dan suaminya Eduard Sebastian Simamora ( Bengkulu ), Arlan Parhudatar Napitupulu ( Jakarta ), Tiona Simamora ( Jogjakarta ), Ruth Polaria Simamora( Jakarta ) , dan yang paling depan kanan, tau dong siapa??? Amelia Yugia Masniari Simanjuntak ( Jambi ).... The eldest from all....
Ngumpulin segini banyak nih susah bener... baru bisa ngumpul setelah ada yang meninggal, kakek kami, Drh B Napitupulu, dengan nama kesayangannya Opung Hang Jebat....
Yang tidak hadir...
Adik saya tercinta, Michiko Simanjuntak dan Suaminya, Angelo Grasso NYC,
My Hubby, mantan pacar, AKBP Reinhard Hutagaol Sik....Sudan.
Grant Napitupulu Melbourne,
Michael Napitupulu, Surabaya,
My Adorable Princes, Alessandro, Carlo and Matteo, Jambi
I love you all....
AmeliaYugia Masniari Simanjuntak