• Di Jambi, hidup tenang sekali. Jauh dari kerusuhan, jauh dari huru hara.
• Di Jambi, itu tidak ada macet sama sekali, kecuali waktu jam pulang sekolah di depan sekolah.
• Di Jambi, masih banyak pohon dan hutan, jadi setiap pagi saya masih mendengar kicau burung dipinggir kamar saya. I love that so much.
• Di Jambi, udaranya segar sekali, polusinya masih relatif kecil sekali.
• Di Jambi, sayur mayur murah meriah.
• Di Jambi tidak ada Mall heboh yang membuat saya tergiur belanja, kecuali beli buku.
• Di Jambi relatif aman, jarang rampok tapi maling jemuran banyak.
• Di Jambi semua bisa diatur…. Silahkan artikan sendiri maknanya.
• Di Jambi, anak anak tidak konsumtif, karena memang jauh dari godaan mal dan toko mainan.
• Di Jambi, tidak ada Starbuck dan teman teman sejenisnya, jadi hemat.
• Di Jambi, pempeknya enak banget dan murah.
• Di Jambi, semua yang judulnya makanan murah.
• Di Jambi tidak ada tempat nongkrong, jadi sering main ke rumah teman, persahabatan jadi lebih akrab.
• Di Jambi tidak ada jarak yang dibilang jauh.
• Di Jambi tidak usah pusing mau pakai baju apa hari ini, fasion, jadi enggak usah takut dikomentarin karena orang di sini memang tidak terlalu sadar fashion.
• Di Jambi , tarif salon murah banget, cocok untuk banci salon seperti saya yang cuci rambut sendiri saja malas banget.
• Di Jambi, tarif parkir murah sekali, sering juga enggak bayar enggak apa.
• Di Jambi, Gaji supir, pembantu masih murah, walaupun kelakuannya sering menyebalkan.
• Di Jambi, saya tidak ada saudara, jadi tidak ada kewajiban moral datang ke berbagai acara keluarga.
I love so much Jambi.
Amelia Masniari
Ps: Sukses dan doa dari saya untuk Ibu Ratu Munawaroh Zulkifli Nurdin yang sedang berjuang agar terpilih sebagai anggota DPR RI dari PAN.
Home » All posts
Wednesday, March 4, 2009
Sunday, March 1, 2009
JADI CALEG
Akhir akhir ini banyak banget teman teman dan saudara aku yang berjuang agar terpilih ( atau untuk kedua atau kesekian kalinya) sebagai anggota DPR RI, DPRD I dan DPRD II. Dari yang serius berjuang sampai titik darah penghabisan, sampai yang cuma sekadar penggembira dengan modal dengkul. Tapi seperti apapun usaha mereka,salut saya untuk mereka( terlepas dari ada atau tidaknya niat baik mereka jika nanti terpilih ).
Saya jadi teringat kisah lima tahun yang lalu ketika saya jadi caleg DPR RI partai PIB ( partain indonesia baru ) untuk DAPIL SUMUT 1. Sebenarnya secara fisik,mental dan finansial waktu itu,saya belum siap, tapi karena di dorong oleh My Dad yang bersahabat erat dengan Alm.Sjahrir, akhirnya mau juga saya ikut berperan serta bantu bantu di partai itu. Kata My Dad, tidak akan ada ruginya belajar. Jika suatu saat mau diseriusin, kamu sudah tahu apa yang kamu mau perbuat dan bagaimana caranya. Akhirnya selama sekitar 6 bulan saya bolak balik setiap minggu ke Medan sama Nanda Hasibuan dan Opung Gustav Panjaitan.
Dapil 1 waktu itu meliputi pemkot Medan, kabupaten Deli Serdang dan kabupaten Serdang Bedagai. Dan benar kata My Dad...banyak yang saya pelajari dari sini. Saya sudah keliling ke semua kecamatan yang ada di sana, dan tidak ada satupun pengalaman buruk selama keliling dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Penduduk disana sangat baik dan tulus jika kita datang dengan tangan terbuka. Saya paling sering dioleh olehin makanan dan kue kue khas daerah sana jika pulang. Saya paling senang kalau ke daerah pemukiman nelayan. Penduduknya biasanya sangat ramah dan sangat mudah untuk dikumpulkan. Beda dengan masyarakat yang sudah tinggal di perkotaan.Ngumpulin 50 orang saja kalau enggak diiming imingin uang kayaknya susah banget.
Bukan rahasia umum jika ingin nyaleg, harus siap dana yang tidak sedikit. Banyak banget pengeluaran yang bakal keluar, baik di rencanakan maupun tidak.Semuanya serba money oriented. Setiap turun ke lapangan, duit harus tebal. Bagi bagi kaos, sarung, obat, beras, sembako , cetak atribut, biaya kopi, rokok dan makanan dalam setiap rapat dan pertemuan dengan konstituen di daerah adalah suatu standard banget, tapi itupun bisa habis ratusan juta rupiah. Jadi bullshit deh kalau modal dengkul aja bisa kepilih. Tetap harus ada biaya yang dikeluarkan. Saya pernah hitung kasar, untuk biaya kampanye DPR RI,setidaknya dibutuhkan dana bisa 2 milyar rupiah atau bahkan lebih sekarang ( kata teman saya yang sedang berlaga ).
Saking asiknya keliling semasa sebelum dan sesudah kampanye, saya kecapaian , jatuh sakit dan masuk rumah sakit selama hampir dua minggu. Hasil pemeriksaan saya terkena malaria dan tiphus akut. Tapi saya senang sekali walaupun pada saat itu tahu di atas kertas pasti kalah.. Dan memang akhirnya kalah. Tapi begitu banyak hal yang bisa dipelajari.
Sekarang saya tidak ikutan nyaleg lagi,karena saya ingin berkonsentrasi dan ingin eksis jadi penulis. Tapi saya tidak bisa melupakan pengalaman ini. Mungkin suatu hari nanti, jika saya sudah sangat dikenal publik, mungkin mau juga saya tergerak untuk ikut dalam pertarungan lagi.
Untuk teman teman yang ikut nyaleg, selamat berjuang ya. Kalau sudah duduk, jangan lupa berdiri......
xxx
Amelia Masniari
Saya jadi teringat kisah lima tahun yang lalu ketika saya jadi caleg DPR RI partai PIB ( partain indonesia baru ) untuk DAPIL SUMUT 1. Sebenarnya secara fisik,mental dan finansial waktu itu,saya belum siap, tapi karena di dorong oleh My Dad yang bersahabat erat dengan Alm.Sjahrir, akhirnya mau juga saya ikut berperan serta bantu bantu di partai itu. Kata My Dad, tidak akan ada ruginya belajar. Jika suatu saat mau diseriusin, kamu sudah tahu apa yang kamu mau perbuat dan bagaimana caranya. Akhirnya selama sekitar 6 bulan saya bolak balik setiap minggu ke Medan sama Nanda Hasibuan dan Opung Gustav Panjaitan.
Dapil 1 waktu itu meliputi pemkot Medan, kabupaten Deli Serdang dan kabupaten Serdang Bedagai. Dan benar kata My Dad...banyak yang saya pelajari dari sini. Saya sudah keliling ke semua kecamatan yang ada di sana, dan tidak ada satupun pengalaman buruk selama keliling dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Penduduk disana sangat baik dan tulus jika kita datang dengan tangan terbuka. Saya paling sering dioleh olehin makanan dan kue kue khas daerah sana jika pulang. Saya paling senang kalau ke daerah pemukiman nelayan. Penduduknya biasanya sangat ramah dan sangat mudah untuk dikumpulkan. Beda dengan masyarakat yang sudah tinggal di perkotaan.Ngumpulin 50 orang saja kalau enggak diiming imingin uang kayaknya susah banget.
Bukan rahasia umum jika ingin nyaleg, harus siap dana yang tidak sedikit. Banyak banget pengeluaran yang bakal keluar, baik di rencanakan maupun tidak.Semuanya serba money oriented. Setiap turun ke lapangan, duit harus tebal. Bagi bagi kaos, sarung, obat, beras, sembako , cetak atribut, biaya kopi, rokok dan makanan dalam setiap rapat dan pertemuan dengan konstituen di daerah adalah suatu standard banget, tapi itupun bisa habis ratusan juta rupiah. Jadi bullshit deh kalau modal dengkul aja bisa kepilih. Tetap harus ada biaya yang dikeluarkan. Saya pernah hitung kasar, untuk biaya kampanye DPR RI,setidaknya dibutuhkan dana bisa 2 milyar rupiah atau bahkan lebih sekarang ( kata teman saya yang sedang berlaga ).
Saking asiknya keliling semasa sebelum dan sesudah kampanye, saya kecapaian , jatuh sakit dan masuk rumah sakit selama hampir dua minggu. Hasil pemeriksaan saya terkena malaria dan tiphus akut. Tapi saya senang sekali walaupun pada saat itu tahu di atas kertas pasti kalah.. Dan memang akhirnya kalah. Tapi begitu banyak hal yang bisa dipelajari.
Sekarang saya tidak ikutan nyaleg lagi,karena saya ingin berkonsentrasi dan ingin eksis jadi penulis. Tapi saya tidak bisa melupakan pengalaman ini. Mungkin suatu hari nanti, jika saya sudah sangat dikenal publik, mungkin mau juga saya tergerak untuk ikut dalam pertarungan lagi.
Untuk teman teman yang ikut nyaleg, selamat berjuang ya. Kalau sudah duduk, jangan lupa berdiri......
xxx
Amelia Masniari
Thursday, February 26, 2009
MISS JINJING di detik.com.... HEBOH !!!
Kemarin siang, lagi tertidur di tempat tidur, karena sudah 2 hari saya sakit tidak bisa bangun karena malaria sedang kambuh…. Saya ditelpon sahabat saya terkasih, Omar. Dia bilang, gila ya bok… elu di detik.com heboh banget.Gempar tuh se Indonesia gara gara MISS JINJING... Saya kaget setengah mati. Perasaan saya sama sekali belum pernah diwawancara detik.com, ataupun ditelpon.
Sekarang saya berada di Jambi. Sudah berapa hari ini di Jambi setiap sejam mati lampu. Emang parah banget nih. Saya langsung lari ke Warnet…. Penasaran setengah mati. Alangkah kagetnya saya…. Ternyata tidak hanya satu tulisan saja… tapi beberapa, dan heboh sekali sehingga sepertinya menjadi isu nasional.
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/161639/1090478/10/pengakuan-si-gila-belanja
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/135057/1090350/10/shopaholic-sejati-ri-punya-lemari-10x3-m-tingkat-5
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/103222/1090170/10/mengintip-gila-belanja-orang-kaya-indonesia
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/112052/1090217/10/anggota-dpr-juga-gila-belanja
Saya penulis baru, dan tidak ada apa apanya dibanding penulis penulis yang sudah beken. Apalah saya, Amelia Masniari, sebagai penulis, dibandingkan nama besar detik.com . Karena itu saya sangat berharap atas dukungan teman teman pers yang selama ini banyak sekali membantu saya dari sama sekali belum dikenal, hingga seperti sekarang. Saya selalu menaruh hormat dan sayang saya sama teman teman pers. I am nothing without them. Jika saya di email atau di HP untuk interview dan photo session ( bab yang saya paling seneng… ) saya langsung terbang dari Jambi ke Jakarta, baik untuk media baru atau media yang sudah establish. Perlakuan saya terhadap mereka semua sama. Malah pernah, untuk membantu mereka yang sudah deadline, saya langsung terbang dari Jambi ke Jakarta. Sampai di bandara Sultan Thaha Jambi, tiket tidak ada sama sekali, sehari setelah imlek. Langsung saya berangkat ke Palembang pakai mobil travel 6 jam, lalu terbang ke Jakarta. Sampai Jakarta langsung interview, besok paginya langsung terbit. Dan ini saya lakukan untuk sebuah majalah yang baru 3 kali terbit.
Saya mau berterima kasih sama detik.com atas liputannya kemarin tentang Miss Jinjing. Impactnya memang luar biasa. 10000 IP hit ke blog saya http://belanja-sampai-mati.blogspot.com dalam satu hari. Suatu rekor yang belum pernah saya alami sebelumnya. Mudah mudahan berimbas terhadap hasil penjualan buku Miss Jinjing.
Kalau boleh saya memohon dengan amat sangat, agar kiranya, teman teman pers yang saya kasihi, mau menghargai karya cipta saya dengan menghubungi saya baik melalui email atau hp….Di manapun kalian berada, dan di mana pun saya berada, saya pasti bersedia terbang untuk menemui kalian. Saya kan kepengen juga masuk ke media media, cetak, elektronik dll… Maklum deh , penulis yang ini banci tampilnya enggak ketulungan… Dan saya ingin sekali punya hubungan manis , saling mensupport, dan jangka panjang dengan semua media.
Sekali lagi terima kasih tak terhingga untuk semua teman teman pers. I love you all, guys….
Sekarang saya berada di Jambi. Sudah berapa hari ini di Jambi setiap sejam mati lampu. Emang parah banget nih. Saya langsung lari ke Warnet…. Penasaran setengah mati. Alangkah kagetnya saya…. Ternyata tidak hanya satu tulisan saja… tapi beberapa, dan heboh sekali sehingga sepertinya menjadi isu nasional.
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/161639/1090478/10/pengakuan-si-gila-belanja
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/135057/1090350/10/shopaholic-sejati-ri-punya-lemari-10x3-m-tingkat-5
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/103222/1090170/10/mengintip-gila-belanja-orang-kaya-indonesia
http://www.detiknews.com/read/2009/02/25/112052/1090217/10/anggota-dpr-juga-gila-belanja
Saya penulis baru, dan tidak ada apa apanya dibanding penulis penulis yang sudah beken. Apalah saya, Amelia Masniari, sebagai penulis, dibandingkan nama besar detik.com . Karena itu saya sangat berharap atas dukungan teman teman pers yang selama ini banyak sekali membantu saya dari sama sekali belum dikenal, hingga seperti sekarang. Saya selalu menaruh hormat dan sayang saya sama teman teman pers. I am nothing without them. Jika saya di email atau di HP untuk interview dan photo session ( bab yang saya paling seneng… ) saya langsung terbang dari Jambi ke Jakarta, baik untuk media baru atau media yang sudah establish. Perlakuan saya terhadap mereka semua sama. Malah pernah, untuk membantu mereka yang sudah deadline, saya langsung terbang dari Jambi ke Jakarta. Sampai di bandara Sultan Thaha Jambi, tiket tidak ada sama sekali, sehari setelah imlek. Langsung saya berangkat ke Palembang pakai mobil travel 6 jam, lalu terbang ke Jakarta. Sampai Jakarta langsung interview, besok paginya langsung terbit. Dan ini saya lakukan untuk sebuah majalah yang baru 3 kali terbit.
Saya mau berterima kasih sama detik.com atas liputannya kemarin tentang Miss Jinjing. Impactnya memang luar biasa. 10000 IP hit ke blog saya http://belanja-sampai-mati.blogspot.com dalam satu hari. Suatu rekor yang belum pernah saya alami sebelumnya. Mudah mudahan berimbas terhadap hasil penjualan buku Miss Jinjing.
Kalau boleh saya memohon dengan amat sangat, agar kiranya, teman teman pers yang saya kasihi, mau menghargai karya cipta saya dengan menghubungi saya baik melalui email atau hp….Di manapun kalian berada, dan di mana pun saya berada, saya pasti bersedia terbang untuk menemui kalian. Saya kan kepengen juga masuk ke media media, cetak, elektronik dll… Maklum deh , penulis yang ini banci tampilnya enggak ketulungan… Dan saya ingin sekali punya hubungan manis , saling mensupport, dan jangka panjang dengan semua media.
Sekali lagi terima kasih tak terhingga untuk semua teman teman pers. I love you all, guys….
Wednesday, February 18, 2009
MAKE OVER FOR HER WORLD
Aku dan Anto, Make up artist kesayangan aku dan sahabat sahabat aku
Photo aku dengan tante tante aku... Tante Anna, Tante Rita, Tante Uli dan Tante Silaen
Ceritanya nih, kemaren, aku wawancara dengan Mbak Mei, dari majalah Her World... biasa dong, ijk, banci tampil dan banci photo abis... plus ga pedean kalau yang namanya photo session... jadi adegan make over harus tetep prioritas hehehhe...
Ceritanya nih, kemaren, aku wawancara dengan Mbak Mei, dari majalah Her World... biasa dong, ijk, banci tampil dan banci photo abis... plus ga pedean kalau yang namanya photo session... jadi adegan make over harus tetep prioritas hehehhe...
Nah kali ini, yang heboh bukan hanya saya, tapi juga tante tante saya ( termasuk temen temen se genknya ),sepupu saya temen temen saya sendiri.... Halah... hebohnya setengah mati nonton saya didandanin... pokoknya acara ini seru abis, selain make over, minum es podeng kesukaan aku, makan makan, ketawa ketiwi, dan bongkar barang plus gelaran barang dagangan... hehehehe... Suasananya bener bener heboh banget...
Thanks to Anto, Make up artis aku dan Mbak Sri, hair stylist aku... I love them so much... Ditunggu ya, di Her World edisi April. Thanks juga untuk Mbak Mei dan Mbak Pita dari Majalah Her World yang sudah berkenan untuk sibuk sibuk ria meliput aku dan Miss Jinjing...
Tuesday, February 17, 2009
Monday, February 16, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)